Beberapa kerusakan pada HP terlihat sederhana dari luar, tetapi proses memperbaikinya tetap membutuhkan ketelitian. Salah satunya adalah masalah pada tombol power dan volume yang digunakan setiap hari.
Kali ini saya ingin berbagi pengalaman ketika seorang customer datang membawa Oppo A5 2020 untuk memperbaiki tombol yang bermasalah. Dari kondisi fisiknya, HP terlihat dalam keadaan mati karena baterainya habis daya.
Namun, sebelum langsung membongkar perangkat, saya melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan apakah HP tersebut benar-benar mengalami kerusakan atau hanya kehabisan baterai.
Memastikan Kondisi HP Sebelum Dibongkar
Sebelum melakukan pembongkaran, langkah pertama yang saya lakukan adalah menghubungkan HP ke charger.
Ternyata setelah dihubungkan dengan charger, HP masih dalam kondisi normal dan dapat menyala. Dari pemeriksaan awal tersebut, saya bisa memastikan bahwa masalah yang dibawa customer memang berhubungan dengan tombol power dan volume, bukan karena HP mati total.
Menurut saya, pemeriksaan seperti ini cukup penting dilakukan sebelum membuka HP. Jangan sampai perangkat langsung dibongkar padahal sebenarnya masih bisa menyala dan tidak mengalami masalah pada bagian utama.
Mulai Membongkar Oppo A5 2020
Setelah memastikan kondisi HP, saya mulai melakukan proses pembongkaran dengan hati-hati.
Pada bagian back cover Oppo A5 2020 terdapat fleksibel fingerprint. Karena itu, proses membuka back cover tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Jika terlalu kuat menarik atau mencongkel bagian tertentu, fleksibel fingerprint bisa ikut tertarik, robek, atau mengalami kerusakan.
Saya membuka back cover secara perlahan sambil memperhatikan posisi fleksibel fingerprint yang masih terhubung dengan bagian dalam HP.
Membuka Baut dan Mengangkat Mesin
Setelah back cover berhasil dibuka, saya melanjutkan proses dengan membuka baut-baut yang mengunci bagian dalam HP.
Semua baut dilepas dengan hati-hati agar tidak ada yang tertinggal atau salah tempat saat proses pemasangan kembali.
Setelah bagian yang diperlukan terbuka, mesin HP kemudian saya angkat secara perlahan untuk memberikan akses ke bagian fleksibel tombol.
Mengganti Fleksibel Tombol Power dan Volume
Setelah bagian dalam HP terbuka, saya mengganti fleksibel tombol power dan fleksibel tombol volume dengan komponen baru yang sebelumnya sudah saya beli.
Fleksibel lama dilepas dengan hati-hati, kemudian fleksibel pengganti dipasang pada posisinya.
Setelah pemasangan selesai, mesin HP dipasang kembali dan saya melakukan pengujian terlebih dahulu sebelum HP benar-benar ditutup.
Melakukan Pengujian Tombol
Tahap pengujian menjadi salah satu bagian penting dalam proses servis. Sebelum memasang kembali semua bagian luar, saya memastikan terlebih dahulu apakah fleksibel yang baru sudah bekerja dengan baik.
Hasilnya, tombol power dan tombol volume sudah kembali berfungsi dengan baik.
Setelah dipastikan normal, barulah saya melanjutkan proses pemasangan komponen lainnya.
Memasang Kembali Tombol dan Baut
Setelah fungsi tombol dipastikan normal, saya memasang kembali tombol bagian luar pada posisi semula.
Kemudian baut-baut yang sebelumnya sudah dilepas dipasang kembali. Pada tahap ini saya tetap mengerjakannya dengan hati-hati agar posisi setiap bagian kembali seperti sebelum dibongkar.
Menghubungkan Kembali Fleksibel Fingerprint
Sebelum back cover ditutup sepenuhnya, saya tidak lupa memasang kembali fleksibel fingerprint ke soketnya.
Bagian ini perlu diperhatikan karena fingerprint merupakan bagian yang terhubung dengan back cover. Jika konektornya tidak terpasang dengan benar, fitur fingerprint bisa saja tidak berfungsi setelah HP selesai dirakit.
Memasang Kembali Back Cover
Setelah semua bagian sudah terpasang dan pemeriksaan terakhir dilakukan, saya memasang kembali back cover Oppo A5 2020.
Back cover kemudian dilem kembali agar dapat menempel dengan baik pada bodi HP.
Setelah seluruh proses selesai, HP kembali dalam kondisi rapi dan tombol power serta volume sudah berfungsi dengan normal.
Kesimpulan
Dari pengalaman servis kali ini, mengganti fleksibel tombol power dan volume pada Oppo A5 2020 sebenarnya dapat dilakukan, tetapi prosesnya tetap membutuhkan ketelitian.
Hal yang paling perlu diperhatikan adalah saat membuka back cover karena terdapat fleksibel fingerprint. Jangan terburu-buru menarik atau mencongkel back cover agar fleksibel tersebut tidak rusak.
Selain itu, sebaiknya lakukan pengujian terlebih dahulu setelah fleksibel baru terpasang. Dengan begitu, jika masih terdapat masalah, pemeriksaan dapat dilakukan sebelum HP ditutup kembali.
Dalam melakukan perbaikan HP, jangan hanya fokus pada komponen yang akan diganti. Proses membuka, melepas konektor, memasang kembali, dan melakukan pengujian juga harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kerusakan lain.
Itulah pengalaman saya saat mengganti fleksibel tombol power dan volume pada Oppo A5 2020. Semoga pengalaman servis ini bisa menjadi referensi bagi kamu yang ingin mengetahui proses perbaikan tombol pada smartphone.
